Cerita pendek dapat menjadi awal kegiatan belajar yang sederhana: siswa mengamati sebuah kejadian, memperkirakan kelanjutannya, lalu menjelaskan alasan mereka. Guru dapat mencoba Wan 3.0 untuk menyiapkan ilustrasi video bagi kegiatan tersebut. Mulailah dengan satu tokoh, satu lokasi, dan satu peristiwa yang mudah diikuti.
Bayangkan sebuah adegan di perpustakaan. Sebuah buku tertinggal di meja, sementara seorang tokoh sedang bersiap meninggalkan ruangan. Guru menghentikan video sebelum cerita selesai, kemudian bertanya, “Menurut kalian, apa yang akan terjadi berikutnya?”
Dari satu adegan, kegiatan dapat berkembang menjadi latihan bercerita, diskusi tentang tanggung jawab, atau tugas menulis akhir cerita.
Mengenal Wan 3.0 dan Fungsinya
Wan 3.0 adalah platform pembuatan video AI online. Berdasarkan keterangan situsnya saat ditinjau pada 16 September 2026, platform ini menawarkan pembuatan video dari teks, gambar, atau klip referensi, dengan durasi hingga 30 detik dan suara yang tersinkronisasi.
Situs tersebut juga menjelaskan alur pembuatan yang dimulai dari pemilihan masukan, penulisan deskripsi adegan, lalu pembuatan dan penyempurnaan video. Bagi guru yang ingin mencoba kegiatan bercerita secara visual, alur ini dapat digunakan untuk mengembangkan ide menjadi bahan tayang awal.
Pilihan fitur dan durasi yang dapat digunakan perlu diperiksa pada generator sebelum memulai.
Merancang Cerita yang Cocok untuk Video Pendek
Cerita untuk kegiatan kelas tidak harus memiliki banyak tokoh atau perpindahan tempat. Satu kejadian kecil justru memberi ruang bagi siswa untuk memperhatikan detail.
Sebagai latihan awal, gunakan tiga bagian berikut:
- Situasi awal: perkenalkan tokoh dan tempat.
- Peristiwa utama: hadirkan satu perubahan atau masalah kecil.
- Pertanyaan terbuka: sisakan sesuatu untuk ditafsirkan siswa.
Contohnya, seekor kucing berteduh di teras saat hujan. Di dekatnya terdapat sebuah kotak kosong. Cerita dapat dihentikan ketika kucing mulai mendekati kotak, lalu siswa diminta membayangkan kelanjutannya.
Struktur tersebut merupakan rancangan kegiatan. Hasil video tetap perlu ditinjau karena adegan yang dihasilkan dapat berbeda dari arahan.
Contoh Prompt untuk Bahan Bercerita
Agar ide lebih mudah dituangkan, tulis deskripsi yang menyebutkan tokoh, tindakan, lingkungan, gaya visual, serta suara yang diinginkan.
Berikut contoh prompt yang dapat dijadikan titik awal:
Seekor kucing kecil berteduh di teras perpustakaan saat hujan ringan. Kucing melihat kotak kardus kosong di dekat pintu, lalu berjalan perlahan mendekatinya. Akhiri adegan sebelum kucing masuk ke dalam kotak. Gaya animasi buku cerita anak, warna hangat, kamera sejajar dengan tubuh kucing, suara hujan lembut, tanpa dialog, tanpa teks, dan tanpa logo.
Prompt ini merupakan contoh rancangan, bukan hasil pengujian langsung. Jika adegan terlalu rumit atau gerakannya kurang sesuai, kurangi jumlah tindakan dan coba kembali dengan arahan yang lebih sederhana.
Untuk percobaan pertama, satu gerakan utama sudah cukup. Guru dapat menambahkan kompleksitas setelah menemukan bentuk adegan yang sesuai dengan kebutuhan kelas.
Tiga Kegiatan Kelas dari Satu Video
1. Menulis Kelanjutan Cerita
Putar video sampai akhir, kemudian minta siswa menulis tiga sampai lima kalimat tentang kejadian berikutnya.
Berikan pertanyaan pendamping: Ke mana tokoh akan pergi? Apa yang mungkin ditemukannya? Bagaimana cerita itu berakhir?
Siswa dapat membacakan hasilnya dan membandingkan berbagai kemungkinan akhir cerita.
2. Membedakan Pengamatan dan Dugaan
Buat dua kolom di papan tulis: “Yang Terlihat” dan “Yang Diperkirakan”.
Kalimat “Kucing berjalan menuju kotak” dapat dimasukkan ke kolom pengamatan. Kalimat “Kucing ingin tidur di dalam kotak” merupakan dugaan tentang maksud tokoh.
Kegiatan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan dasar jawaban mereka.
3. Menceritakan Ulang dengan Kosakata Sendiri
Setelah menonton, minta siswa menceritakan ulang kejadian tanpa memutar video kembali. Untuk pelajaran bahasa, guru dapat menentukan beberapa kata yang perlu digunakan.
Sesuaikan tuntutan tugas dengan kemampuan siswa. Sebagian siswa dapat mulai dengan menyebutkan benda dan tindakan, sementara siswa lain menyusun paragraf lengkap.
Menyiapkan Video Sebelum Digunakan
Tonton seluruh hasil video sebelum membawanya ke kelas. Periksa bentuk objek, urutan kejadian, suara, dan detail latar yang mungkin mengalihkan perhatian.
Jika menggunakan gambar referensi, pilih materi yang dimiliki sendiri atau memiliki izin penggunaan. Untuk kegiatan cerita fiksi, ilustrasi tokoh rekaan dapat membantu menghindari penggunaan foto pribadi siswa.
Jelaskan pula bahwa video dibuat dengan AI. Ajak siswa memahami bahwa adegan tersebut adalah ilustrasi cerita, bukan dokumentasi kejadian nyata.
Dari sisi akses, situs Wan 3.0 saat ditinjau mencantumkan percobaan gratis berupa pratinjau video, tanpa unduhan. Periksa kebutuhan kredit dan ketentuan unduhan sebelum merencanakan pemutaran secara offline.
Mulai dari Cerita yang Sederhana
Percobaan pertama dapat berupa satu adegan dengan satu pertanyaan diskusi. Siapkan cerita, buat ilustrasi videonya, periksa hasilnya, lalu lengkapi dengan tugas yang jelas.
Wan 3.0 dapat dipertimbangkan sebagai alat untuk menyiapkan bahan visual tersebut. Nilai kegiatan tetap terletak pada bagaimana guru mengajak siswa mengamati, menyusun gagasan, dan menjelaskan cerita dengan bahasa mereka sendiri.
EmoticonEmoticon